Sesampai
di rumah Babah menceritakan sedikit tentang penjelasan dari dr Budi.
“Sindrom
itu apa?kelainan bawaan lahir yang diidap oleh seseorang lebih dari satu. Kan
ada tuh orang yang lahir gak punya tangan tapi enggak diikuti dengan kelainan
bawaan yang lain nah yang kayak gitu namanya bukan sindrom, Ma” terang Babah.
“Sedang
Syahrul kelainannya enggak Cuma tangannya saja, kakinya dan tulang dadanya juga
spesial kan?maka Syahrul masuk kategori Sindrom. Hampir semua sindrom, Dr Budi
sempat menyebut angka ratusan sindrome di dunia adalah karena genetik. Artinya
bisa nanti diturunkan kepada anaknya. Sedangkan sindrom Syahrul ini tidak
genetik. Istimewanya lagi anak kita enggak Cuma 1 sindrom,Ma tapi 2
Sindrom.”lanjut Babah.
Selesai
cerita panjang lebar Mamao mulai sibuk cari referensi tentang Sindrom ini.Sayangnya
literasi tentang sindrome jenis ini sangat sedikit.di situs wikipedia pun tak
begitu banyak diulas. Tapi sedikit membantu Mamao yang betul-betul awam. Okay
Mamao jelaskan sedikit yang di wikipedia.
Menurut
Wikipedia Sindrom Polandia adalah cacat lahir yang ditandai oleh otot dada yang
kurang berkembang dan jari berselaput pendek di satu sisi tubuh. Tulang rusuk pendek, lebih sedikit lemak, dan
kelainan payudara dan puting juga dapat terjadi pada sisi itu. Biasanya sisi
kanan terlibat. Orang pada umumnya memiliki gerakan dan kesehatan yang normal.
Untuk kasus yang dialami Syahrul yaitu enggak ada otot dada di sebelah kanan.
Puting kanan juga kecil, Babah sempat mengira dulu waktu lahir Syahrul enggak
ada putingnya. Ternyata diteliti lagi ada tapi kecil . kemudian jari tangan
kanannya yang tidak tumbuh. Tulang rusuk atas juga tidak utuh. Jadi terlihat
degup jantung Syahrul seperti balon yang tengah dipompa. Apalagi kalo pas
nangis kenceng aduh awal lihatnya serem. Karena mengelembungnya jadi gede
banget.
Penyebabnya
masih belum diketahui kalau menurut penjelasan dr Budi penyebab bayi memiliki
kelainan diantaranya
1. Mengkonsumsi
obat-obatan yang tidak diresepkan oleh dokter.
2. Minum
jamu-jamuan
3. Merokok
atau terpapar asap rokok
4. Polusi
Nah
akibatnya aliran darah tidak dapat berkembang selama kehamilan. Nah pasti ada yang nanya nih, Mamao dulu
ngelakuin 4 hal enggak?. Seingat Mamao selama hamil Mamao hanya mengkonsumsi
obat dari puskesmas, dan dokter. Minum jamunya juga setelah lahiran itupun
dipaksa sama Mbah Utinya karena Mamao enggak doyan jamu. Merokok ini apalagi,
ada orang Merokok pun Mamao megap-megap jadi mending nyingkir. Polusi? Ini
Mamao juga enggak mau cari kambing hitam. Siapa yang patut dipersalahkan?Mau
nyalahin ibunya juga Mamao udah kebal dengernya. Bener kebal orang emang enggak
denger. Hahahaha.
Nah
terus selain kelainan fisik tersebut Syahrul juga diikuti efek samping dari
sindrom Poland, kalau dijabarin banyak banget secara teori. Ini yang Mamao
tulis Cuma yang dialami Syahrul ya..
1. Saluran
cerna tidak normal
Dengan
asupan gizi yang menurut perhitungan Mamao dan Babah sudah maksimal berat badan
Syahrul susah sekali naik. Sudah dibantu Susu Infantrini yang harganya Muahaaal
itu sampai Mamao tulis cerita ini umur 9 bulan beratnya masih 6 kg. Hiks yang
naik berat badannya malah Mamao. Tambah bete Mamao kalo pada komentar, lha itu
daging Mamao dikasihin ke Syahrul.ooh andaikan bisa pemirsa udah Mamao lakukan
dari dulu itu. Ada yang sadis lagi, itu dikasih ASI enggak sih?. Sini Mamao
timpuk pake sendal swallow.
2. Otot
dada tidak ada
Yah
karena otot dada sebelah kanan enggak ada jadi dada Syahrul enggak
proporsional. Gemuk sebelah gitu kalo Mamao menggambarkannya.
3. Brachydactyly
(jari pendek)
Kalau
dilihat tangan kanan Syahrul memang enggak ada jarinya seperti manusia pada
umumnya. Tapi jika diperhatikan lebih detil jari tangan kanan itu ada tapi
tidak tumbuh. Kalau mengenggam telapak tangan kanan Syahrul terasa ada
tonjolan-tonjolan kecil menyerupai jari.
4. Microsefali
Mamao
menerjemahkannya dengan bentuk kepala yang kecil. Dokter di RS Sardjito pun
sudah mendiagnosa Syahrul mengalami Microsefali saat pertemuan pertama di poli
Neurologi. Namun dokter masih berharap kepala Syahrul masih dapat berkembang
lagi karena saat itu umur Syahrul belum genap 2 bulan. Doakan ya mak, diagnosa
ini juga bisa terbantahkan, seiring Syahrul nanti bertambah besar.
Okay
penjelasan tentang sindrom poland udah dulu ya. Oia kalo ada yang nanya kok
nama sindromnya Poland apa asalnya dari negara Polandia? Hehe Mamao dulu juga
mikir gitu ternyata nama sindrom diambil dari nama penemunya, Alfred
Poland.Tapi sekilas mukanya ada mirip-miripnya gitu dengan pengidap sindrom
poland moebius lainnya,kayak blasteran gitu. Hahahah. Nanti Mamao ceritain
tentang Kak Adelio dan Kak Haikal ya seniornya Syahrul di Sindrom moebius
poland.
Lanjut
ke sindrome berikutnya, Sindrome Moebius adalah kelainan neurologis bawaan yang
langka yang ditandai dengan kelumpuhan wajah dan ketidakmampuan untuk
memindahkan mata dari sisi ke sisi. Kebanyakan orang dengan sindrom Möbius
dilahirkan dengan kelumpuhan wajah lengkap dan tidak dapat menutup mata mereka
atau membentuk ekspresi wajah. Kelainan tungkai dan dinding dada kadang-kadang
terjadi dengan sindrom tersebut. Orang-orang dengan sindrom Möbius memiliki
kecerdasan normal, meskipun kurangnya ekspresi wajah mereka kadang-kadang
dianggap salah karena kusam atau tidak ramah. Ini dinamai untuk Paul Julius
Möbius , seorang ahli saraf Jerman yang pertama kali menggambarkan sindrom ini
pada tahun 1888. Nah pemirsa untuk Moebius yang dialami Syahrul sedikit berbeda
dari penjelasan di Wikipedia karena mata Syahrul masih bisa gerak ke kiri ke
kanan tapi memang enggak fokus. Kalau dr Budi mengatakan Syahrul mengalami
Strabismus dalam bahasa awam mata Juling. Inget kan ya cerita Mamao sebelumnya
waktu periksa ke poli mata, Syahrul matanya enggak fokus. Dulu awal awal Mamao
sempat galau karena waktu dirangsang dengan benda yang digerak-gerakan di depan
matanya Syahrul cuek aja matanya. Alhamdulillah sekarang mau ikutin benda yang digerak-gerakan
di matanya.
Terus
untuk menutup mata ini dulu juga sempat jadi misteri sebelum tahu kalo Syahrul
mengidap sindrom Moebius. Syahrul betah matanya enggak berkedip selama
bermenit-menit. Reflek kedipnya pun tidak seperti pada umumnya. Biasanya nih,
kita kalo matanya mau kemasukan sesuatu reflek menutup kelopak matanya kan, nah
Syahrul enggak. Nah ini mungkin yang menyebabkan Syahrul jarang tidur. Bayi
umumnya lebih banyak tidur, nah paling lama syahrul bisa tidur 1 jam kalo siang
hari itupun dengan catatan tidak ada gangguan sama sekali. Gangguan di sini
Mamao artikan adalah suara berisik atau kehadiran kakak-kakak Syahrul yang suka
usil bangunin adiknya. Padahal seringnya Syahrul bobo siang Cuma 15-20 menit
doang. Lho, Ma. Kalau malam hari bobonya gimana?. Bobonya Syahrul kalo malam
kayak udah terjadwal biasanya magrib gitu mulai rewel minta bobo, begitu bobo
pulas itu paling lama setelah jam 9 malam bangun rewel bentar bobo lagi.
Sebelum jam 12 bangun, bobo bentar kemudian tiap 1 jam bangun. Oia ada yang
unik lagi dari Syahrul, Syahrul sejak umur 3 bulan udah enggak mau ditetekin
sambil tidur. Jadi Mamao harus netekin sambil duduk. Seringnya Mamao netekin
sampai ketiduran tapi masih posisi duduk,syahrulnya juga merem dipangkuan
Mamao. Babah ini yang bagian bangunin Mamao kalo udah ketiduran gitu. Eh iya
pernah Mamao pas di rs sebelum Syahrul operasi tendon achilles keciduk perawat
netekin sampai ketiduran. Ditegur perawat gegara netekin ampe ketiduran dengan
posisi duduk. Hahaha.
Nah
seperti sindrom polandia, sindrome moebius juga diikuti efek samping lainnya,
beberapa yang dialami Syahrul yaitu kesulitan bernafas/ menelan.Dulu waktu
lahir Syahrul sempat masuk NICU 5 hari karena sempat henti napas. Praktis
selama di NICU hidupnya bergantung pada ventilator. Alhamdulillah setelah
keluar dari NICU gejala itu tidak pernah kambuh. Hanya saja nafasnya bunyi.
Sebelum operasi tendon dulu dokter anestesi sempat mengira Syahrul bermasalah
dengan paru-parunya sehingga operasi terpaksa diundur. Tapi setelah diperiksa
dokter spesialis infeksi paru-parunya tidak menunjukkan gejala infeksi. Bunyi
tersebut muncul lantaran Syahrul juga mengalami Laringgomalasia, hal itu juga
yang menyebabkan Syahrul agak kesulitan menelan. Emm ingat cerita Mamao waktu
Syahrul ditetekin sampai tumpah-tumpah?. Nah ternyata karena Laringgomalasia
ini yang membuat lubang tenggorok Syahrul tidak sebesar pada umumnya.
Kelumpuhan
wajah itu maksudnya gimana sih?. Mungkin ada yang bertanya-tanya yah karena
sindrom ini menyerang saraf kranial VI dan VII . Saraf kranial VI mengontrol
pergerakan mata lateral, dan saraf kranial VII mengontrol ekspresi wajah. Jadi
Syahrul tidak bisa berekspresi. Mukanya terlihat ‘dingin’, tidak bisa
tersenyum, Dulu Mamao dan Babah sempat curiga kenapa senyum Syahrul tidak
kunjung merekah. Mamao dan Babah menduga itu karena ada organ dalam yang sakit
jadi Syahrul merasa kesakitan, setelah tahu sindrom ini barulah ketahuan
ternyata karena Sindrom Moebius ini. Tapi, pernah sekali Mamao diperlihatkan
oleh Allah melalui mimpi, Syahrul bisa tertawa lebar seperti bayi pada umumnya.
Ya Allah meski Cuma mimpi, mamao bahagia banget lihat wajah penuh tawa Syahrul.
Mungkin itu cara Allah menjawab penantian Mamao akan senyum Syahrul. Eh , Ma
kalo anaknya enggak bisa ketawa terus diem-diem bae gitu?. Hehe netizen itu
adaaa aja. Sini ke rumah Syahrul lihat ketawanya Syahrul yang unix.kenapa
nulisnya pake ‘x’, Ma?. Iya karena
saking uniknya ini, jadi Syahrul kalo ketawa mirip boneka Susan lagi ketawa.
Tahukan boneka susan. Boneka susan itu kan ekspresinya gitu aja nah kalo ketawa
yang ketawa kak Ria kan?susannya tetep diem aja mulutnya. Nah Syahrul gitu, kalo
ketawa ekspresinya cool tapi ada suara ketawa. Asli ini yang bikin Mamao ma
Babah tambah gemes sama Syahrul. Dan tentunya moment langka Syahrul mau ketawa
kayak gitu. Semua kerjaan rumah Mamao tinggal buat dengerin Syahrul ketawa.
Oia ada lagi, bentuk rahang Syahrul juga unik. Mereka menyebutnya langit-langit mulut tinggi. Kalau untuk pertumbuhan gigi Mamao belum bisa bercerita banyak karena giginya belum tumbuh.Cerita apalagi ya? Sementara itu dulu ya, kalo pas bisa record Syahrul ketawa Mamao share di sini deh.okey?tetep pantengin ya blognya Mamaosyahrul.blogspot.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar