Selang
beberapa hari kemudian proyek pembangunan teras terpaksa dihentikan. Meskipun
bapak menyarankan tetap lanjut karena nanggung. “ini tingggal plester sama
pasang keramik sudah bagus bisa dipakai” kata bapak waktu itu. “Uangnya sudah
habis,Pak” dalih Mamao, padahal aslinya beneran habis. Hahaha. Pada akhir bulan
Februari Mamao mulai searching SpoG. Dulu sewaktu kehamilan si Kakak Haura dan
Syakira Mamao periksa ke dokter Sinta yang deket Pasar Kranggan itu karena
antriannya enggak sebanyak SpoG pada umumnya, cobalah Mamao ke dokter Sinta dan
ternyata sistem praktek beliau tidak seperti dulu harus booking janjian dahulu
dan beliau tidak setiap hari buka praktek bergantian dengan suaminya. Seminggu
hanya 3 kali praktek.itupun dibatasi hanya 15 pasien. Mamao sempat membuat janji dengan beliau 1
kali kemudian beberapa jam sebelum jam praktek diberi kabar kalau dr Sinta hari
itu tidak bisa praktek. Janjian ulang baru kosong minggu depan. Karena keburu
enggak sabar akhirnya Mamao mencari alternatif lain sampailah Mamao ke dr Esti
di RSA UGM. Antriannya tidak terlalu banyak hari itu. Dokternya pun ramah. Saat
pemeriksaan Mamao mengeluhkan keputihan yang berbau, akhirnya beliau mengambil
sampel untuk diperiksa ke lab. Sekitar satu jam menunggu hasil lab dinyatakan
keputihan Mamao saat itu karena jamur dan dokter Esti meresepkan obat yang
dimasukkan lewat vagina.oia ini hasil usg waktu diperiksa dr Esti.
Usia
kehamilan 13 minggu dan HPL diperkirakan 19 September 2019.Calonnya tanggal
cantik nih.Hahaha.mbak-mbak perawat menyarankan agar setiap periksa membawa
buku KIA. Untuk memperolehnya harus ke puskesmas. Ashiappp.Next Mamao cerita
pas diperiksa puskesmas ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar