Selasa, 31 Maret 2020

SPOG OH SPOG.....!


Selang beberapa hari kemudian proyek pembangunan teras terpaksa dihentikan. Meskipun bapak menyarankan tetap lanjut karena nanggung. “ini tingggal plester sama pasang keramik sudah bagus bisa dipakai” kata bapak waktu itu. “Uangnya sudah habis,Pak” dalih Mamao, padahal aslinya beneran habis. Hahaha. Pada akhir bulan Februari Mamao mulai searching SpoG. Dulu sewaktu kehamilan si Kakak Haura dan Syakira Mamao periksa ke dokter Sinta yang deket Pasar Kranggan itu karena antriannya enggak sebanyak SpoG pada umumnya, cobalah Mamao ke dokter Sinta dan ternyata sistem praktek beliau tidak seperti dulu harus booking janjian dahulu dan beliau tidak setiap hari buka praktek bergantian dengan suaminya. Seminggu hanya 3 kali praktek.itupun dibatasi hanya 15 pasien.  Mamao sempat membuat janji dengan beliau 1 kali kemudian beberapa jam sebelum jam praktek diberi kabar kalau dr Sinta hari itu tidak bisa praktek. Janjian ulang baru kosong minggu depan. Karena keburu enggak sabar akhirnya Mamao mencari alternatif lain sampailah Mamao ke dr Esti di RSA UGM. Antriannya tidak terlalu banyak hari itu. Dokternya pun ramah. Saat pemeriksaan Mamao mengeluhkan keputihan yang berbau, akhirnya beliau mengambil sampel untuk diperiksa ke lab. Sekitar satu jam menunggu hasil lab dinyatakan keputihan Mamao saat itu karena jamur dan dokter Esti meresepkan obat yang dimasukkan lewat vagina.oia ini hasil usg waktu diperiksa dr Esti.

Usia kehamilan 13 minggu dan HPL diperkirakan 19 September 2019.Calonnya tanggal cantik nih.Hahaha.mbak-mbak perawat menyarankan agar setiap periksa membawa buku KIA. Untuk memperolehnya harus ke puskesmas. Ashiappp.Next Mamao cerita pas diperiksa puskesmas ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar